• Hidup itu singkat “Hanya selama menunggu dari waktu sholat ke waktu sholat yang lain”
Rabu, 7 Oktober 2026

Khutbah Jum’at 18 September 2026

Khutbah Jum'at 18 September 2026
Bagikan

Khatib: Bpk.Supriyadi

Khutbah pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰه، اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: عِبَادَ اللّٰه، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيمْ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Di atas mimbar ini, khatib bukanlah orang yang paling suci di antara kalian, bukan pula orang yang paling banyak amalnya, bukan orang yang paling sedikit dosanya. Khatib hanyalah seorang hamba yang penuh kekurangan, yang sedang mengingatkan dirinya sendiri sebelum mengingatkan orang lain.

Karena itu marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebab kita semua sedang berjalan menuju satu tujuan yang sama, tujuan yang tidak pernah gagal menemui siapa pun, Yaitu kematian.

Setiap pagi yang datang bukanlah penambahan umur, tetapi pengurangan jatah kehidupan, setiap rambut yang memutih adalah surat yang dikirim Allah bahwa perjalanan semakin dekat kepada penghujung, dan setiap kuburan yang kita lewati sedang berbisik:

“Aku pernah dihuni orang-orang yang merasa masih lama hidupnya seperti kalian.”
Maka berbekallah, karena sebaik-baik bekal adalah takwa.

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Berbekallah kalian, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”(QS. Al-Baqarah: 197)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Hari ini marilah kita berbicara tentang sesuatu yang sering dianggap kecil, tetapi ternyata mampu menghancurkan kehidupan manusia, sesuatu yang dianggap remeh, namun dapat memberatkan timbangan amal pada hari kiamat, yaitu dosa-dosa kecil yang diremehkan.

Ada sebuah kisah hikmah yang masyhur.
Suatu hari seorang pedagang menjatuhkan setetes madu di tengah pasar.

Hanya setetes,…. Kecil sekali,… Nyaris tak terlihat.

Orang-orang menganggapnya tidak penting, lalu datang seekor lalat hinggap pada madu itu, datang seekor cicak memburu lalat, datang seekor kucing menerkam cicak, datang seekor anjing menyerang kucing.

Pemilik kucing marah, pemilik anjing membalas, keluarga mereka ikut campur, tetangga ikut terbakar emosi, pertengkaran berubah menjadi perkelahian.

Perkelahian berubah menjadi kerusuhan, darah pun tertumpah, korban berjatuhan, padahal semuanya berawal dari apa?

Bukan dari gunung yang runtuh, bukan dari banjir besar, bukan dari gempa bumi, tetapi dari setetes madu yang dianggap sepele.

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Demikianlah syaitan bekerja, ia tidak selalu mengajak manusia kepada dosa besar, ia memulai dari sesuatu yang kecil, satu pandangan haram, satu kebohongan kecil, satu ghibah, satu amanah yang diabaikan, satu rupiah yang bukan haknya, dan satu maksiat yang dianggap biasa.

Kemudian dibiarkan, kemudian diulang, kemudian menjadi kebiasaan, kemudian menjadi karakter, dan kemudian menjadi bencana.

Karena itu Rasulullah ﷺ bersabda:

إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ

“Jauhilah dosa-dosa kecil yang dianggap remeh.” (HR. Ahmad)

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah…

Dosa kecil yang dilakukan terus-menerus tidak lagi menjadi kecil, sebagaimana tetesan air yang terus jatuh mampu melubangi batu, sebagaimana api besar berawal dari percikan kecil, dan sebagaimana kapal besar tenggelam karena lubang yang awalnya tidak dianggap.

Maka jangan pernah berkata:

“Ini cuma sekali.”… “Ini cuma sedikit.”… “Ini cuma bercanda.”… “Ini cuma melihat sebentar.”. Karena syaitan selalu memulai dengan kata “cuma”.

Allah Ta’ala berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ۝ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Artinya: “Barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

Para ulama salaf berkata:

لَا تَنْظُرْ إِلَى صِغَرِ الْمَعْصِيَةِ وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى عَظَمَةِ مَنْ عَصَيْتَ

“Jangan melihat kecilnya maksiat, tetapi lihatlah betapa agung Dzat yang engkau durhakai.”

Mungkin manusia tidak melihat, mungkin tetangga tidak mengetahui, dan mungkin keluarga tidak menyadari.

Tetapi Allah melihat… Allah mencatat… Dan Allah tidak pernah lalai.

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ

Artinya: “Janganlah kamu mengira Allah lengah terhadap apa yang dilakukan orang-orang zalim.” (QS. Ibrahim: 42)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah….

Sebelum kita mencari kesalahan orang lain, marilah kita melihat ke dalam hati kita masing-masing.

Berapa banyak dosa yang telah kita kumpulkan, berapa banyak amanah yang belum kita tunaikan, berapa banyak lisan yang menyakiti, berapa banyak pandangan yang belum dijaga, dan berapa banyak waktu yang terbuang tanpa mengingat Allah?

Hari ini Allah masih menutupi aib kita, hari ini Allah masih memberi kesempatan untuk bertaubat, dan hari ini Allah masih membuka pintu ampunan-Nya.

Maka jangan menunggu sampai pintu itu tertutup, jangan menunggu sampai ruh berada di tenggorokan, jangan menunggu sampai tubuh terbujur kaku dan keluarga hanya mampu mengantarkan kita ke liang lahat.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Sebelum kita meninggalkan rumah Allah ini, marilah kita pulang dengan membawa satu pelajaran penting:

Jangan pernah meremehkan dosa, karena gunung yang tinggi tersusun dari butiran-butiran kecil, lautan yang luas tersusun dari tetes-tetes air. Demikian pula dosa-dosa besar sering kali berawal dari kesalahan-kesalahan kecil yang dianggap biasa.

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah…

Hari ini kita masih bisa duduk di atas sajadah, masih bisa mendengar khutbah, masih bisa mengucapkan istighfar, dan masih bisa meneteskan air mata taubat.

Tetapi tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah Jumat depan kita masih ada, boleh jadi hari ini adalah Jumat terakhir bagi sebagian di antara kita, boleh jadi tahun depan nama kita sudah tidak lagi dipanggil di dunia.

Yang dipanggil hanyalah doa untuk kita, dan yang tersisa hanyalah amal yang pernah kita kerjakan.

Karena itu para ulama salaf sering menangis bukan karena sedikitnya harta, tetapi mereka menangis karena banyaknya dosa, mereka takut kepada dosa yang dianggap kecil oleh manusia tetapi besar di sisi Allah.

Sebagian mereka berkata:

“Jangan melihat kecilnya kesalahan, tetapi lihatlah kepada siapa engkau berbuat kesalahan.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Betapa banyak penghuni kubur yang ingin kembali ke dunia, bukan untuk membangun rumah, bukan untuk mengumpulkan harta, bukan untuk mencari jabatan, tetapi hanya untuk mengucapkan: “ISTIGHFAR”…”Aku memohon ampun kepada Allah.”

Hanya untuk menambah satu rakaat shalat, hanya untuk bersedekah satu kali lagi, dan hanya untuk memperbaiki satu kesalahan yang dahulu dianggap sepele, namun kesempatan itu telah berakhir.

Sedangkan kita hari ini masih diberi kesempatan, maka jangan sia-siakan, jangan menunda taubat, karena kematian tidak pernah menunggu kesiapan manusia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Semua anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah…

Jika hari ini kita memiliki dosa, maka pintu taubat masih terbuka, jika hari ini hati kita kotor, maka Allah masih membuka jalan untuk membersihkannya, dan jika hari ini kita jauh dari Allah, maka Allah masih memanggil kita untuk kembali.

Bukankah Allah berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

“Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)

Maka jangan pulang dari masjid ini kecuali dengan tekad baru, tekad untuk menjaga shalat, tekad untuk menjaga lisan, tekad untuk menjaga amanah, dan tekad untuk menjauhi dosa meskipun tampak kecil.

Karena kita tidak tahu dosa mana yang menyebabkan murka Allah, sebagaimana kita tidak tahu amal mana yang menyebabkan ridha Allah.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, dosa kedua orang tua kita, dosa para guru-guru kita, dan dosa kaum muslimin dan muslimat yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang peka terhadap dosa, meskipun kecil. Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang segera bertaubat ketika terjatuh dalam kesalahan. Semoga Allah menjaga hati kita dari maksiat yang tampak maupun yang tersembunyi.

آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ اِلَّاللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَ بَعْدَهُ. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللّٰهْ! اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

قَالَ اللّٰهُ تَعاَلَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِالِلّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسۡمِ ٱلِلّٰهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيْمِ. إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات
اللهم اغفر لنا ذنوبنا كلها، دقها وجلها، أولها وآخرها، سرها وعلانيتها
اللهم طهر قلوبنا من النفاق، وأعمالنا من الرياء، وألسنتنا من الكذب، وأعيننا من الخيانة
اللهم ارزقنا توبة نصوحا قبل الموت، وراحة عند الموت، ومغفرة ورحمة بعد الموت
اللهم اجعل خير أعمالنا خواتيمها، وخير أيامنا يوم نلقاك
اللهم أحسن عاقبتنا في الأمور كلها، وأجرنا من خزي الدنيا وعذاب الآخرة
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون

Sebelumnyakhutbah Jum'at : Allah menerangkan empat macam nasihat dan petunjuk yang ditujukan kepada Qarun oleh kaumnya.SelanjutnyaKhutbah Jumat "Jangan Sampai Jabatan dan Harta Melalaikan Kita"
Masjid AtTaqwa
Jl. Mayangsari Rt. 15 RW. 2, Kelurahan Kalipancur, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang
Luas Area240 m2
Luas Bangunan230 m2
Status LokasiIndonesia
Tahun Berdiri1987