Khutbah Jum’at ๐๐๐ง๐ฃ๐๐ ๐ ๐๐ฆ๐๐ง๐๐ก
Khatib: ๐๐จ๐๐ก.๐๐ฎ๐ฅ๐ข๐ก ๐ ๐๐ข๐ซ๐๐ข๐ฒ๐๐ง, ๐.๐.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Salah satu akhlak yang paling agung dalam Islam adalah amanah. Amanah bukan sekadar menjaga titipan barang, tetapi mencakup seluruh tanggung jawab yang Allah bebankan kepada manusia. Jabatan adalah amanah, harta adalah amanah, ilmu adalah amanah, keluarga adalah amanah, bahkan umur yang kita miliki juga merupakan amanah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
๏ดฟ ุฅูููู ุงูููููู ููุฃูู ูุฑูููู ู ุฃููู ุชูุคูุฏูููุง ุงููุฃูู ูุงููุงุชู ุฅูููู ุฃูููููููุง ููุฅูุฐูุง ุญูููู ูุชูู ู ุจููููู ุงููููุงุณู ุฃููู ุชูุญูููู ููุง ุจูุงููุนูุฏููู ๏ดพ
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”
(QS. An-Nisa’: 58)
Ayat ini menjadi landasan bahwa setiap amanah harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab. Tidak boleh disalahgunakan demi kepentingan pribadi, keluarga, ataupun golongan.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Belakangan ini, kita menyaksikan berbagai peristiwa di negeri kita yang mengingatkan pentingnya amanah. Berulang kali masyarakat mendengar berita tentang penyalahgunaan jabatan, dugaan korupsi, suap, maupun penyimpangan kekuasaan. Semua itu menjadi pelajaran bahwa ketika amanah dikhianati, bukan hanya pelakunya yang berdosa, tetapi masyarakat luas juga ikut merasakan dampaknya. Kepercayaan publik menurun, pembangunan terhambat, dan rakyat menjadi korban.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan:
ยซ ููุง ุฅููู ูุงูู ููู ููู ููุง ุฃูู ูุงููุฉู ููููุ ููููุง ุฏูููู ููู ููู ููุง ุนูููุฏู ูููู ยป
“Tidak sempurna iman seseorang yang tidak memiliki amanah, dan tidak sempurna agama seseorang yang tidak menepati janji.”
(HR. Ahmad)
Hadis ini menunjukkan bahwa amanah bukan sekadar urusan moral, tetapi merupakan bagian dari kesempurnaan iman.
Kaum Muslimin Rahimakumullah,
Amanah bukan hanya berlaku bagi pejabat atau pemimpin. Kita semua adalah pemimpin sesuai dengan kedudukan masing-masing.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ยซ ูููููููู ู ุฑูุงุนู ูููููููููู ู ู ูุณูุฆูููู ุนููู ุฑูุนููููุชููู ยป
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Seorang ayah akan ditanya tentang keluarganya.
Seorang ibu akan ditanya tentang pendidikan anak-anaknya.
Seorang guru akan ditanya tentang ilmu yang diajarkannya.
Seorang pedagang akan ditanya tentang kejujurannya.
Seorang pegawai akan ditanya tentang pekerjaannya.
Seorang pemimpin akan ditanya tentang rakyat yang dipimpinnya.
Tidak ada seorang pun yang akan terlepas dari hisab Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengingatkan:
๏ดฟ ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู ููููุง ููุง ุชูุฎูููููุง ุงูููููู ููุงูุฑููุณูููู ููุชูุฎูููููุง ุฃูู ูุงููุงุชูููู ู ููุฃูููุชูู ู ุชูุนูููู ูููู ๏ดพ
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul, dan jangan pula mengkhianati amanah yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kalian mengetahui.”
(QS. Al-Anfal: 27)
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Sering kali seseorang tergoda mengkhianati amanah karena merasa tidak ada yang melihat. Padahal manusia boleh saja tertipu, tetapi Allah tidak pernah lengah.
Allah berfirman:
๏ดฟ ุฅูููู ุงูููููู ููุงูู ุนูููููููู ู ุฑููููุจูุง ๏ดพ
“Sesungguhnya Allah senantiasa mengawasi kalian.”
(QS. An-Nisa’: 1)
Kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi akan melahirkan integritas. Orang yang memiliki integritas tidak akan mengambil yang bukan haknya, tidak memanipulasi jabatan, tidak menyalahgunakan kepercayaan, meskipun tidak ada seorang pun yang mengetahui.
Ma’asyiral Muslimin,
Di akhir zaman, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan tanda yang sangat mengkhawatirkan.
Beliau bersabda:
ยซ ุฅูุฐูุง ุถููููุนูุชู ุงููุฃูู ูุงููุฉู ููุงููุชูุธูุฑู ุงูุณููุงุนูุฉู ยป
Para sahabat bertanya:
ยซ ูููููููู ุฅูุถูุงุนูุชูููุงุ ยป
Beliau menjawab:
ยซ ุฅูุฐูุง ููุณููุฏู ุงููุฃูู ูุฑู ุฅูููู ุบูููุฑู ุฃููููููู ููุงููุชูุธูุฑู ุงูุณููุงุนูุฉู ยป
“Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah datangnya kiamat.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana amanah disia-siakan?” Beliau menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.”
(HR. Bukhari)
Hadis ini mengajarkan bahwa setiap amanah harus diberikan kepada orang yang memiliki kemampuan, kejujuran, dan tanggung jawab.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mari kita mulai dari diri sendiri. Jangan sampai kita mencela pengkhianatan amanah yang besar, tetapi kita masih meremehkan amanah yang kecil.
Datang terlambat padahal diberi tanggung jawab adalah bentuk pengkhianatan amanah.
Memanipulasi laporan adalah pengkhianatan amanah.
Mengurangi timbangan dalam berdagang adalah pengkhianatan amanah.
Mengabaikan pendidikan anak adalah pengkhianatan amanah.
Menggunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi tanpa hak juga termasuk pengkhianatan amanah.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang jujur, dapat dipercaya, menjaga amanah dalam setiap urusan, dan melindungi negeri ini dengan menghadirkan pemimpin-pemimpin yang adil, jujur, serta takut kepada Allah. Dengan terjaganya amanah di setiap lapisan masyarakat, insya Allah keberkahan akan turun, keadilan akan tegak, dan kehidupan bangsa akan menjadi lebih baik. Aamiin.
