Khutbah Jum’at “MARI BERPARTISIPASI MELESTARIKAN BUMI”
Khotib / Imam : H. Gunawi, S.Pd.I., M.Pd. 16 Oktober 2026
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، نَحْمَدُهُ عَلَى نِعَمِهِ الَّتِي لَا تُحْصَى، وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ ، فَإِنَّ مَنْ اتَّقَى اللَّهَ جَعَلَ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ، وَاعْلَمُوا أَنَّ مِنْ تَمَامِ التَّقْوَى حُسْنَ الْأَدَبِ مَعَ اللَّهِ وَمَعَ رَسُولِهِ وَمَعَ عِبَادِهِ.
قال الله تعالى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ۞ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah.
Realitas Kerusakan Alam Saat Ini
Fenomena di lapangan adalah Hutan yang gundul akibat kebakaran atau penebangan liar (karhutla), sungai yang tercemar limbah dan sampah, laut yang penuh plastik, hingga udara yang tidak sehat.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ﴿٤١﴾
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. Allah membuat mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar.”
Dampak nyata: Bencana ekologis seperti banjir bandang, tanah longsor, kekeringan berkepanjangan, cuaca ekstrem, dan terganggunya kesehatan serta ruang hidup masyarakat.
Penyebab Utama Kerusakan
Ulah dan keserakahan manusia: Kerusakan alam tidak terjadi secara alami begitu saja, melainkan akibat dari eksploitasi yang berlebihan, sikap rakus, kelalaian menjaga amanah, serta kurangnya kesadaran ekologis.
Peringatan Ilahi, Bencana dan kerusakan yang muncul di muka bumi merupakan bentuk “alarm” atau teguran dari Allah SWT agar manusia sadar dan segera melakukan instropeksi diri (muhasabah)
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah.
Tanggung Jawab Manusia (Khalifah):
- Peran sebagai pemakmur bumi: Manusia diciptakan sebagai khalifah (pemimpin/pengelola) di muka bumi, bukan sebagai perusak (mufsidun). Menjaga alam adalah bagian dari tanggung jawab keimanan dan ketakwaan.
- Tanggung jawab kolektif: Pelestarian alam tidak hanya dibebankan kepada individu, tetapi juga melibatkan kesadaran kolektif dari masyarakat, pelaku usaha, hingga kebijakan pemangku kekuasaan/negara.
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah.
Solusi dan Ajaran Islam dalam Menjaga Alam adalah
- Larangan merusak: Islam melarang keras melakukan perusakan di muka bumi setelah diciptakan dengan baik (QS. Al-A’raf: 56).
- Amalan ekologis: Menanam pohon atau tanaman, yang nilainya dihitung sebagai sedekah (HR. Bukhari dan Muslim).
- Menjaga kebersihan lingkungan dan tidak mencemari sumber daya alam (seperti air dan udara).
- Menerapkan prinsip hidup hemat dan tidak boros/israf terhadap sumber daya.
Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah membawa penderitaan bagi masyarakat di berbagai daerah. Kondisi ini mengingatkan kita akan pentingnya kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang terdampak. Lantas, bagaimana Islam mengajarkan kita untuk membantu mereka sebagai wujud keimanan dan persaudaraan?
Marilah kita meningkatkan ketakwaan kita dengan sebaik-baiknya. Ketakwaan sendiri tidak hanya fokus pada ranah diri sendiri, tapi juga turut memperhatikan kondisi sekitar. Sebab Islam tidak hanya mengajarkan untuk memikiran dan memperbaiki hubungan antara hamba dengan Tuhan, tetapi juga mengajarkan solidaritas sosial, terlebih sesama muslim.
Di tengah berbagai persoalan yang melanda negeri ini, ada satu nilai yang perlu terus kita gaungkan dan hidupkan kembali, yaitu solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Nilai ini semakin penting ketika saudara-saudara kita di berbagai daerah harus menghadapi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa penanganan yang tuntas. Bencana asap menjadi ancaman bagi kesehatan dan keberlangsungan hidup masyarakat. Gangguan pernapasan, terbatasnya aktivitas anak-anak, hingga kesulitan mencari nafkah menjadi kenyataan yang harus dihadapi, terutama oleh anak-anak, lansia, orang yang sedang sakit, dan keluarga yang tetap harus bekerja di tengah kondisi berbahaya.
Di sinilah solidaritas sosial menemukan maknanya yang sesungguhnya. Sebab, musibah bukan hanya menguji kemampuan seseorang untuk bertahan, tetapi juga uji sejauh mana kepedulian kita terhadap penderitaan orang lain. Ketika sebagian saudara kita kesulitan mendapatkan udara bersih, kesehatan mereka terancam, dan penghasilan keluarga terganggu, sudah semestinya kita menyadari bahwa penderitaan tersebut bukanlah urusan mereka semata. Solidaritas berarti menyadari bahwa penderitaan orang lain merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan kita bersama. Kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar. Ia dapat dimulai dari perhatian sederhana, bantuan yang tulus, penyebaran informasi yang bermanfaat, hingga dukungan nyata bagi mereka yang terdampak.
Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ma’idah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى
Artinya: “Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” (QS. al-Ma’idah: 2).
Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah
Karena itu, marilah kita senantiasa melestarikan lingkungan tempat kita hidup. Kita bisa mulai dari diri kita sendiri untuk tidak membuang sampah sembarang, menjaga kebersihan lingkungan, menanam pohon, dan tindakan lain yang bertujuan untuk melestarikan alam.
Kemudian, jika kita sebagai pemangku kebijakan, gunakanlah wewenang yang dimiliki untuk mendorong gerakan pelestarian lingkungan. Jangan sampai kebijakan yang kita buat justru menjadi pemicu kerusakan alam. Sebab, tindakan semena-mena yang kita lakukan terhadap alam hari ini bukan hanya akan mendatangkan bencana di dunia, tetapi pelakunya juga akan diancam dengan siksa yang pedih di akhirat kelak.
KHUTBAH II
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شريكَ لَهُ ارْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ .
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الإِنْسِ وَالبَشَرِ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ اتَّقُوا اللَّهَ فِيمَا أَمَرَ وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ . وَ اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ فَقَالَ تعالى إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّد وَ عَلَى آل سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارِكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وعلى آل سيدنا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
وَارْضَ اَللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِينَ وَ الْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ وَأَذِلَّ الشَّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدَّيْنَ وَاخْذَلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِينَ وَدَمَّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ آمِنًا فِي دُوْرِنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلِ اَللَّهُمَّ وِلَايَتَنَا فِيمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَ لَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنِ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
