• Hidup itu singkat “Hanya selama menunggu dari waktu sholat ke waktu sholat yang lain”
Kamis, 20 Agustus 2026

Khutbah Ju,’at : MENDIDIK ANAK DI ERA GLOBALISASI

Khutbah Ju,'at : MENDIDIK ANAK DI ERA GLOBALISASI
Bagikan

Khatib : Istiyadi, S.Pd

MENDIDIK ANAK DI ERA GLOBALISASI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ لِطَاعَتِهِ مِنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ كَتَبَ السَّعَادَةَ لِمَنْ عَمِلَ بِشَرْعِهِ الْقَوِيْمِ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَعَثَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ . أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيْعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Jamaah Jum’at rahimakumullah!

Marilah kita bersama-sama untuk selalu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT yang terwujud dalam kesemangatan kita dalam mendidik anak-anak kita menuju kehidupan yang Islamis.

Hadirin Jamaah Jum’at yang berbahagia!

Gencarnya arus globalisasi saat ini ternyata menimbulkan dampak terjadinya pergeseran perilaku/moral anak-anak kita yang begitu cepat. Akhir-akhir ini kita sering melihat kasus-kasus kenakalan remaja; dari minuman keras, sampai tindakan kekerasan cukup meningkat. Kasus-kasus yang berkembang akhir-akhir ini sesungguhnya tidak dapat dilepaskan dari kondisi lingkungan yang memungkinkan remaja-remaja kita telah melakukan hal-hal semacam itu. Walaupun penelitian secara khusus bagaimana dampak berkembangnya media audio visual saat ini terhadap perilaku anak-anak belum banyak, namun kenyataan yang kita lihat dan kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari, pengaruh media audio visual itu tampak jelas.

Film-film yang selalu tersuguh di ruangan kita banyak mengajarkan perilaku yang sesungguhnya tidak sesuai dengan ajaran perilaku atau moral Agama Islam. Remaja atau anak-anak kita selalu disuguhi dengan film-film kekerasan atau film-film yang mengajarkan dunia percintaan yang mengarah pada kebebasan bergaul pria-wanita. Padahal anak-anak kita lebih tertarik pada film-film itu daripada acara-acara lainnya yang lebih bermanfaat.

Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia! Sebagai orang-tua terkadang kita kuwalahan sendiri menghadapi perilaku-perilaku mereka yang semakin tidak tertarik pada nilai-nilai agama, sementara mereka lebih banyak berkiblat pada nilai-nilai moralitas yang diajarkan film-film itu. Sehingga benar-benar media audio visual itu telah menjadi “The First God” ataupun agama bagi anak-anak kita.

Mereka lebih mendengarkan nasihat film-film itu daripada nasihat orang-tuanya sendiri. Mereka lebih suka berada di hadapan TV daripada bersila mendengarkan ustadz menguraikan nilai-nilai agama. Mereka lebih hafal tokoh-tokoh pemeran film-film barat dari pada tokoh-tokoh penegak kebenaran. Ya, mereka dalam setiap menitnya selalu menyaksikan hal-hal yang tidaksesuai dengan nilai-nilai moral yang diajarkan orang-tuanya. Mereka teramat dekat dengan orang-tuanya terapi mereka itu jauh dari orang-tuanya, artinya mereka terlalu dekat dengan TV sehingga pesan-pesan moral TV lebih dipatuhi daripada pesan-pesan moral orang-tuanya sendiri.

Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!

Kita diingatkan oleh Allah SWT akan adanya anak turun yang akan menjadi musuh-musuh bagi orang-tuanya sendiri. Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۤ اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْ ۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ﴿التغابن: ١٤﴾

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS at-Thagaabun: 14).

Lebih jauh dari itu kita diingatkan lagi oleh Allah SWT agar selalu menjaga atau berhati-hati terhadap ahli keluarga kita dari siksa neraka. Yaitu menjaga mereka dari terjerumus dalam lembah kesesatan. Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْاۤ اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا

“Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan ahlimu dari siksa api neraka.” (QS at-Tahrim: 6).

Satu-satunya untuk menjaga diri kita dan ahli (keluarga) kita adalah dengan pendidikan yang mengarah pada petunjuk-petunjuk Allah SWT.

Hadirin sidang Jum’ah yang berbahagia!

Tantangan kita di era globalisasi saat ini cukup besar. Menanamkan nilai-nilai agama kepada generasi anak turun kita terasa berat. Oleh karena itu diperlukan usaha keras kita. Untuk itu yang dapat kita lakukan adalah:

  1. Menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak kita sejak dini. Menanamkan nilai-nilai agama dapat dimulai sejak sedini mungkin. Bahkan sejak anak kita berada dalam kandungan ibunya, kita harus memperbanyak doa kepada Allah SWT agar diberikan keturunan yang baik-baik.

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ

“Ya Tuhanku berilah kami dari sisi-Mu anak turunan yang baik-baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengarkan permohonan.”

Nilai-nilai akidah, nilai ibadah, nilai-nilai akhlak harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak dengan cara memberikan bekal pengetahuan tentang itu dan yang tidak kalah pentingnya adalah membiasakan mereka sejak dini untuk melakukan aktivitas-aktivitas Islami dalam setiap aspek kehidupannya. Dan di sini peran tauladan/contoh perilaku orang-tua pun teramat penting. Dengan menanamkan nilai-nilai agama inilah mereka akan dapat membedakan mana yang halal dan mana yang haram, mana yang menyelamatkannya dan mana yang menjerumuskannya. Dia tidak akan terbawa arus di era globalisasi saat ini yang sarat dengan nilai-nilai materialisme, rasionalisme, hedonisme, dan sebagainya. Sekali lagi, iklim keluarga yang penuh dengan ketenangan (sakinah) dan penuh diwarnai kehidupan Islami akan besar pengaruhnya bagi kepribadian anak-anak kita.

  1. Menanamkan akan pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan. Di tengah-tengah gencarnya siaran TV swasta akhir-akhir ini memungkinkan anak-anak kita terlalu terkonsentrasi pikirannya terhadap pesan-pesan acara TV. Ini memungkinkan pikiran mereka tersedot dalam acara-acara TV. Akibatnya tugas mereka untuk mengembangkan dan menyerap ilmu pengetahuan terbengkalai. Oleh karena itu menanamkan pentingnya ilmu pengetahuan bagi kehidupan di zaman informasi saat ini harus dilakukan sejak dini. Membudayakan tumbuhnya perpustakaan-perpustakaan keluarga. Dengan demikian, anak-anak kita tumbuh dengan suburnya minat baca dan mendalami ilmu pengetahuan. Bagaimana pun juga pada era informasi saat ini kita tidak membaca satu hari pun seolah-olah sudah ketinggalan jauh.
  2. Menanamkan disiplin waktu keseharian mereka. Disiplin terhadap waktu harus benar-benar ditanamkan kepada anak-anak kita sejak dini. Menanamkan kepada mereka dalam penggunaan waktunya dalam hal yang bermanfaat adalah penting bagi bekal kehidupannya. “Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam keadaan rugi”, yaitu agar tidak menjadi orang-orang yang rugi, seharusnya memanfaatkan waktu keseharian untuk hal-hal berguna. Oleh karena itu sebagai orang-tua seharusnya selalu mengontrol kegiatan anak-anaknya. Mereka harus mempunyai jadwal keseharian yang harus ditaati. Sebuah jadwal keseharian yang seimbang antara waktu belajar, waktu membantu orang-tua, waktu beribadah, waktu istirahat. Mereka jangan dibiarkan begitu saja asyik nonton TV, sedang waktu belajarnya terbengkalai. Maka dengan menaati dan mematuhi jadwal keseharian seperti itu diharapkan akan terwujud manusia yang berkualitas, yaitu manusia yang dapat menghargai waktu untuk kebaikan.
  3. Menanamkan kemandirian sejak dini. Hidup di era globalisasi dan informasi saat ini diperlukan semacam keahlian tertentu. Dan hidup di era ini penuh tantangan dan saingan yang semakin ketat. Anak-anak kita yang hidup di tengah-tengah masyarakat yang demikian itu dalam keadaan loyo dan tanpa keahlian tertentu akan tergilas oleh ganasnya zaman. Mereka harus mampu menghadapi semuanya itu dengan kekuatannya sendiri. Oleh karena itu menanamkan kemandirian sejak dini teramat penting. Sejak dini mereka harus dilatih untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Mereka dilatih melakukan kerja-kerja ringan. Harapan satu-satunya adalah agar pada saat mereka terjun ke dalam masyarakatnya tidak canggung lagi. Mereka akan mampu menghadapi semuanya itu.

Hadirin jamaah Jum’ah yang berbahagia!

Itulah beberapa yang harus kita lakukan dalam mendidik anak-anak kita di era globalisasi ini. Pada intinya, pendidikan anak-anak itu ditujukan agar mereka memiliki penghayatan dan pengamalan nilai-nilai agama sekuat mungkin. Di samping itu mereka harus menguasai ilmu pengetahuan dengan sebaik-baiknya. Sehingga mereka akan menjadi lokomotif yang menggerakkan dunia ini menuju kehidupan yang diridhai Allah SWT. Bukan menjadi gerbong-gerbong yang ditarik sebuah lokomotif untuk menuju jurang kesengsaraan dunia akhirat.

Semoga khotbah ini bermanfaat. Amin!

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَثَبَّتَنِيْ وَإِيَّاكُمْ عَلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ، وَأَجَارَنِيْ وَإِيَّاكُمْ مِنْ عَذَابِهِ الْأَلِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ فَاسْتَغْفِرُوْهُ .

(Mahfud An.)

SebelumnyaKhutbah Jum'at 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐚𝐠𝐚 𝐚𝐦𝐚𝐧𝐚𝐡SelanjutnyaKhutbah Jum'at: "5 Dosa yang Sering diremehkan, tetapi Berat Pertanggungjawabannya"
Masjid AtTaqwa
Jl. Mayangsari Rt. 15 RW. 2, Kelurahan Kalipancur, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang
Luas Area240 m2
Luas Bangunan230 m2
Status LokasiIndonesia
Tahun Berdiri1987